Rp88,4 Triliun, tapi Pertumbuhan Ini Rapuh
Menurut data yang dirilis Compas.co.id, nilai transaksi FMCG (fast-moving consumer goods) di e-commerce Indonesia mencapai Rp88,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 29,4% dibanding periode sama tahun lalu. Kategori Beauty & Care masih mendominasi dengan pangsa 48,6%, sementara F&B tumbuh paling agresif sebesar 52,1% YoY dan kini menguasai 23,3% pasar.
Namun CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengingatkan bahwa pertumbuhan yang terlalu bergantung pada kenaikan harga jual punya batas. Kalau brand hanya menaikkan harga tanpa benar-benar menjual lebih banyak unit, angka omzet bisa tetap terlihat bagus di atas kertas sementara pangsa pasar riil justru tergerus pesaing yang lebih murah atau lebih relevan.
3 Hal yang Perlu Disiapkan Brand untuk Semester II
- Alihkan fokus dari nilai ke volume. Bundling, ukuran kemasan alternatif, dan promo yang mendorong repeat order lebih sehat jangka panjang dibanding mengandalkan kenaikan harga satuan.
- Perkuat official store, bukan cuma listing. Konsumen FMCG makin memilih toko resmi brand karena jaminan keaslian produk, official store yang rapi dan responsif jadi pembeda penting di tengah persaingan harga.
- Cari "pocket of growth" di kategori spesifik. Beberapa sub-kategori tumbuh jauh di atas rata-rata pasar, air mineral naik 219%, minyak goreng 123%, dan perawatan mata 91%, sinyal bahwa permintaan sedang bergeser, bukan sekadar melambat.
Kategori dengan pertumbuhan tertinggi bukan selalu kategori dengan pangsa terbesar. Air mineral, minyak goreng, dan nail polish tumbuh triple digit meski bukan kategori utama, artinya ada ruang bagi brand skala menengah untuk merebut posisi sebelum pemain besar menyadari pergeseran ini.
Kesimpulan
Angka Rp88,4 triliun adalah kabar baik untuk industri, tapi bukan jaminan bagi brand secara individual. Semester II 2026 akan membedakan brand yang tumbuh karena benar-benar dipilih konsumen dengan brand yang tumbuh di atas kertas karena kenaikan harga semata. Brand yang mulai merapikan strategi katalog, official store, dan targeting kategori sejak sekarang akan lebih siap menangkap pertumbuhan volume yang sesungguhnya.

