Apa yang Terjadi

Festival Gandrung Sewu 2026 digelar pada 24 Oktober 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, oleh InJourney bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Untuk pertama kalinya pertunjukan kolosal ini berlangsung pada malam hari dengan konsep 'glow in the dark', memadukan tari Gandrung dengan teknologi tata cahaya, dan menampilkan sekitar 1.300 penari. Penyelenggara menyebut festival ini ditujukan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menyatakan keberhasilan pariwisata perlu diukur dari lama tinggal wisatawan, aktivitas mereka, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal. Laporan kabarbaik.co menyebut pedagang es jeruk di sekitar lokasi meraup omzet sekitar Rp1 juta per hari dibanding sekitar Rp200 ribu pada hari biasa, dan seorang pembuat kaus menjual sekitar 300 potong per hari dibanding sekitar 100 biasanya. Angka-angka itu berasal dari laporan tersebut dan belum diverifikasi secara independen.

Tiga Hal yang Bisa Disiapkan UMKM

  • Pastikan Anda mudah ditemukan setelah festival. Wisatawan yang terkesan biasanya mencari oleh-oleh dan tempat makan lewat ponsel. Profil usaha yang lengkap, foto produk, dan jam buka membuat Anda muncul saat mereka mencari. Ini saran kami, bukan ketentuan penyelenggara.
  • Kumpulkan kontak pembeli lewat WhatsApp. Lonjakan penjualan sering berhenti begitu festival usai. Tawarkan pemesanan ulang atau kirim lewat WhatsApp agar pembeli bisa memesan lagi dari kota asalnya.
  • Rapikan katalog dan harga dalam satu halaman. Satu halaman website berisi produk, harga, dan nomor kontak memudahkan wisatawan membagikan tautan Anda ke keluarga dan teman.
Intinya

Festival besar mendatangkan keramaian, tetapi hanya UMKM yang bisa ditemukan dan dihubungi lagi yang mengubahnya menjadi pelanggan berulang.

Langkah Minggu Ini

Rapikan foto dan daftar harga produk andalan, buat satu halaman yang memuat produk, harga, dan nomor WhatsApp, lalu bagikan ke pembeli yang sudah pernah membeli dari Anda selama festival.