Data Terbaru: QRIS Bukan Lagi Sekadar Tren

Bank Indonesia mencatat, hingga Juni 2026, QRIS sudah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima di 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia. Yang lebih menarik, 96,68% dari merchant tersebut adalah pelaku UMKM, mulai dari warung, pedagang kaki lima, sampai toko kelontong. Angka ini menegaskan satu hal: menerima pembayaran QRIS bukan lagi sesuatu yang membedakan satu UMKM dari UMKM lain, melainkan sudah jadi standar minimum untuk bisa berjualan hari ini.

Skema biaya juga dibuat ramah untuk usaha mikro. Sejak 15 Maret 2025, Bank Indonesia menetapkan Merchant Discount Rate (MDR) 0% untuk transaksi usaha mikro (UMI) sampai Rp500.000, dan hanya 0,3% untuk transaksi di atas nominal itu. Kombinasi jangkauan yang luas dan biaya yang rendah inilah yang membuat QRIS disebut sebagai "pintu masuk" utama UMKM ke ekosistem keuangan digital.

Kenapa Ini Jadi Momentum, Bukan Sekadar Statistik

  • Menerima QRIS sudah jadi baseline, bukan keunggulan. Dengan 96,68% merchant QRIS adalah UMKM, pelanggan sudah menganggap pembayaran digital sebagai hal biasa. UMKM yang ingin menonjol perlu mencari pembeda di tempat lain, seperti presentasi produk, kecepatan respons, atau pengalaman belanja.
  • QRIS membuka data transaksi yang selama ini tidak tercatat. Setiap transaksi lewat QRIS otomatis tercatat secara digital, sesuatu yang tidak terjadi pada transaksi tunai. Ini modal berharga bagi UMKM yang ingin mengajukan pembiayaan atau memahami pola belanja pelanggannya sendiri.
  • Gap sesungguhnya sekarang ada di kehadiran digital, bukan pembayaran. UMKM yang sudah menerima QRIS tapi belum punya katalog online, media sosial aktif, atau website sederhana, kehilangan kesempatan menjangkau pelanggan di luar radius toko fisiknya.
Insight Cepat

Kalau menerima pembayaran digital sudah jadi standar bagi hampir semua UMKM, maka nilai tambah sesungguhnya sekarang datang dari sisi yang belum banyak digarap: bagaimana UMKM tersebut ditemukan, dipercaya, dan diingat pelanggan secara digital.

Langkah Selanjutnya untuk UMKM

QRIS menyelesaikan satu bagian penting, yaitu bagaimana pelanggan membayar. Tapi bagian sebelumnya, yaitu bagaimana calon pelanggan menemukan usaha Anda, percaya pada produknya, dan memutuskan membeli, masih jadi pekerjaan rumah banyak UMKM. Ini saat yang tepat untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kode QR di meja kasir, menuju kehadiran digital yang lebih lengkap.