Apa yang Disampaikan
Pada Indonesia Digital Meetup 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis 15 Oktober 2026, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar popularitas atau konten viral. Menurutnya, ukuran keberhasilan kini adalah konversi, komunikasi pelanggan, dan sistem, bukan jumlah pengikut, jangkauan, atau interaksi.
Ia menyebut lebih dari 90 persen anak muda dan pelaku usaha sudah tahu soal AI, tetapi hanya sekitar 15 persen yang memakainya secara produktif dalam proses bisnis. Dalam kata-katanya, aktivitas digital tinggi tetapi monetisasinya hampir tidak ada.
Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan
- Ukur yang menghasilkan uang. Selain jumlah views, catat berapa orang yang bertanya, memesan, dan membeli. Satu angka konversi lebih berguna daripada seribu likes.
- Bangun sistem, bukan sekadar konten. Siapkan jalur yang jelas dari konten ke pembelian: halaman produk, tombol WhatsApp, katalog harga, dan balasan pelanggan yang konsisten.
- Pakai AI untuk pekerjaan berulang. Mulai dari hal kecil seperti draf balasan pelanggan, deskripsi produk, atau ringkasan penjualan, dengan tetap menjaga data pelanggan dan keamanan.
Viral bisa membawa perhatian, tetapi sistem penjualan yang rapi-lah yang mengubah perhatian itu menjadi pesanan berulang.
Langkah Minggu Ini
Pilih satu produk andalan, lacak jalur pembeli dari konten sampai pembayaran, dan perbaiki satu titik yang paling sering membuat calon pembeli pergi. Wamen juga menyebut program SAPA UMKM dan KUR 2026 dengan plafon Rp 295 triliun bunga tetap 6 persen sebagai dukungan untuk investasi teknologi usaha.

