Festival Belanja Terbesar Tahun Ini Baru Saja Usai
Sejak dibuka 7 Agustus di K Mall Jakarta, Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 menggerakkan 407 pusat perbelanjaan di 24 provinsi selama 17 hari, dengan diskon hingga 80%, bazaar UMKM, festival kuliner Nusantara, dan berbagai hiburan bertepatan dengan HUT ke-81 RI. Penyelenggara membidik transaksi Rp38 triliun, jauh di atas realisasi Rp25 triliun tahun lalu, dan menutup rangkaian acara hari ini di Pakuwon Mall Bekasi.
Asosiasi pengelola mal memperkirakan ISF bisa mendongkrak penjualan ritel hingga 20%, dengan UMKM ikut kebagian panggung lewat bazaar produk lokal di puluhan mal. Masalahnya, festival diskon seperti ini punya pola yang sama setiap tahun: keramaian tinggi selama acara berlangsung, lalu kembali sepi begitu banner promosi diturunkan, kecuali brand punya cara menahan pembeli itu.
3 Hal yang Perlu Dilakukan Brand Setelah Festival Usai
- Kumpulkan kontak, bukan cuma jual putus. Setiap transaksi selama ISF adalah peluang mendapat nomor WhatsApp atau follow media sosial. Tanpa database ini, brand kehilangan cara menjangkau pembeli begitu diskon berakhir dan harus mulai dari nol lagi tahun depan.
- Retargeting cepat sebelum momentum hilang. Pembeli yang baru mengenal brand Anda lewat diskon festival butuh follow-up dalam 1-2 minggu, lewat WhatsApp, Instagram, atau email, sebelum mereka lupa dan beralih ke kompetitor yang lebih rajin muncul di feed mereka.
- UMKM peserta bazaar butuh etalase digital. Bazaar fisik hanya berjalan 17 hari, tapi toko online, katalog WhatsApp Business, dan halaman marketplace yang rapi bisa terus menjual 365 hari, asal disiapkan sebelum antusiasme pengunjung mal mereda.
Rp38 triliun target transaksi ISF 2026 adalah angka satu momen. Nilai jangka panjangnya baru terasa kalau brand punya sistem digital untuk menahan pembeli itu tetap belanja setelah lampu panggung festival dimatikan.
Kesimpulan
Festival diskon seperti ISF efektif menarik trafik dalam waktu singkat, tapi trafik itu sia-sia tanpa funnel digital yang menangkapnya. Brand yang serius menaikkan omzet tahun depan perlu mulai membangun sistem retensi pelanggan sekarang, bukan menunggu festival berikutnya datang lagi.

