Dari Mana Istilah "Kabur Aja Dulu" Ini Muncul

Sepanjang 2026, keluhan seller soal biaya marketplace makin sering muncul di media sosial dan grup-grup jualan online, sampai melahirkan istilah "Kabur Aja Dulu": ajakan informal untuk mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace besar seperti Shopee dan TikTok Shop. Bukan karena satu kebijakan tunggal, tapi karena akumulasi biaya admin, biaya layanan, potongan program gratis ongkir, sampai biaya iklan yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Sejumlah laporan menyebut total potongan biaya ini kini bisa mencapai 25% sampai 30% dari nilai transaksi, dengan margin keuntungan seller yang menipis hingga tinggal sekitar 5%. Bagi reseller yang biasanya hanya mengambil untung 10-20%, angka ini bisa berarti keuntungan habis, bahkan minus, meski jualannya tetap laku.

Kenapa Ini Bukan Sekadar Keluhan Musiman

  • Struktur biaya makin berlapis. Bukan cuma satu biaya admin, tapi kombinasi biaya layanan platform, potongan promo gratis ongkir, dan biaya iklan yang semuanya dipotong dari nilai transaksi yang sama.
  • Produk bernilai rendah paling rentan. Penjual kebutuhan sehari-hari atau FMCG dengan margin tipis merasakan dampak paling besar, karena potongan persentase yang kelihatannya kecil bisa menghabiskan sebagian besar keuntungan per item.
  • Seller mulai membangun kanal cadangan, bukan berhenti total. Alih-alih keluar sepenuhnya, sebagian besar seller menjalankan strategi campuran, tetap di marketplace sambil pelan-pelan membangun website sendiri, WhatsApp, live commerce, dan media sosial sebagai kanal cadangan.
Insight Cepat

Marketplace tetap jadi cara efektif untuk ditemukan pembeli baru. Tapi kalau satu-satunya kanal jualan Anda adalah marketplace, struktur biaya dan aturannya sepenuhnya berada di luar kendali Anda, bukan di tangan bisnis Anda sendiri.

Bukan Soal Keluar Total, Tapi Soal Tidak Bergantung pada Satu Pintu

Tren "Kabur Aja Dulu" bukan ajakan meninggalkan marketplace sepenuhnya, karena bagi banyak UMKM, marketplace masih jadi sumber pembeli baru yang penting. Yang berubah adalah kesadaran bahwa bisnis butuh kanal penjualan milik sendiri, seperti website atau toko online, yang biaya dan aturannya tidak bisa berubah sepihak dari satu platform. Ini yang membuat bisnis lebih tahan saat kebijakan atau struktur biaya marketplace berubah lagi di masa depan.