Yang Terjadi
Kimpul, juga dikenal sebagai talas Belitung di beberapa daerah, adalah umbi dari keluarga Araceae yang selama ini jarang jadi sorotan. Umbi ini bisa direbus, dipanggang, dikukus, digoreng, atau diolah jadi tepung untuk kue kering dan keripik. Belakangan, kimpul mendadak jadi bahan obrolan warganet berkat konten kreator kuliner @black.sheep8208, yang punya lebih dari 108 ribu pengikut dan 9,7 juta suka, dan dikenal sering mengolah bahan lokal jadi hidangan viral, mulai dari kimpul tumbuk, versi lokal kimpul au gratin, hingga camilan modern.
Pada September 2026, Kementerian Pariwisata menyoroti popularitas kimpul di media sosial dan menilai tren ini turut mengangkat kekayaan gastronomi Indonesia.
Dari Viral ke Produk Nyata
Yang membuat tren ini bukan sekadar hiburan sesaat adalah bagaimana pelaku UMKM ikut bergerak cepat. Pelaku usaha kuliner dari Demangan berhasil memasarkan produk inovasi seperti Kimpul Chewy Cookie dan Gabin Ice Cream di Festival Wisata Kuliner Mustika Rasa, mengubah rasa penasaran warganet yang tadinya cuma nonton video jadi permintaan produk yang benar-benar dibeli.
- Bahan lokal punya cerita. Kimpul menarik perhatian karena punya nilai kebaruan sekaligus kearifan lokal, bukan sekadar bahan biasa yang sudah terlalu familiar.
- Kreator konten jadi jembatan. Kolaborasi atau terinspirasi dari kreator kuliner yang relevan membantu bahan atau produk yang tadinya "biasa saja" tampil menarik di feed warganet.
- Kecepatan mengonversi tren jadi produk. UMKM di Demangan tidak berhenti di rasa penasaran warganet, mereka langsung menciptakan produk nyata yang bisa dibeli di festival kuliner.
Tren viral seperti kimpul membuktikan bahwa keunikan lokal, bukan cuma tren global, bisa jadi bahan bakar marketing yang kuat kalau dieksekusi dengan cepat dan diubah jadi produk yang benar-benar bisa dibeli, bukan cuma jadi tontonan.
Pelajaran untuk UMKM Kuliner Anda
Anda tidak perlu menunggu bahan Anda viral duluan. Tiga langkah yang bisa langsung dicoba: cari bahan atau resep lokal khas daerah Anda yang punya cerita untuk diceritakan, ajak atau terinspirasi dari kreator konten kuliner yang gaya kontennya cocok dengan produk Anda, dan siapkan produk jadi yang bisa langsung dibeli begitu rasa penasaran warganet muncul, jangan sampai momentumnya lewat begitu saja.

