Apa yang Disampaikan OJK
Pada 13 September 2026, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyampaikan harapannya agar bisnis bank digital tidak sekadar gimik, tapi benar-benar memanfaatkan momentum era digital untuk berinovasi secara nyata. OJK menetapkan tiga prinsip utama bagi pengembangan bank digital ke depan: berkelanjutan (sustainable), inklusif (inclusive), dan tepercaya (trustworthy). Prinsip berkelanjutan menuntut bank terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sementara prinsip inklusif mendorong diversifikasi produk supaya akses layanan keuangan makin luas.
Bukan Soal Jumlah Pengguna atau Laba Sesaat
- Ekosistem, bukan sekadar afiliasi. OJK menekankan keunggulan ekosistem perlu dibangun jadi model bisnis yang tumbuh berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada dukungan afiliasi.
- Laba jangka pendek bukan ukuran utama. Meski mayoritas bank digital sudah mencetak laba, OJK mengingatkan keberhasilan tak cukup dilihat dari jumlah pengguna atau profitabilitas jangka pendek saja.
- Adaptasi teknologi berkelanjutan. Prinsip sustainable menuntut bank digital terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, bukan berhenti di satu fitur yang sempat viral.
Prinsip yang sama berlaku di skala UMKM. Punya akun Instagram, TikTok, atau website saja belum tentu berarti bisnis Anda sudah "digital", kalau semua itu tidak saling terhubung jadi satu ekosistem yang mendukung penjualan secara berkelanjutan, bukan cuma pajangan.
Kenapa Ini Relevan Buat UMKM
Banyak UMKM sudah "digital" di permukaan, punya toko di marketplace, akun media sosial aktif, bahkan website. Tapi kalau semua kanal itu berjalan sendiri-sendiri tanpa data pelanggan yang terhubung, branding yang konsisten, atau strategi konten yang jelas, itu persis gimik digitalisasi yang disinggung OJK, kelihatan modern di permukaan, tapi belum jadi ekosistem yang benar-benar menopang bisnis.
Langkah yang Bisa Diambil
Sebelum menambah kanal digital baru, cek dulu apakah kanal yang sudah ada saling terhubung: apakah data pelanggan dari marketplace bisa dipakai untuk strategi di media sosial, apakah branding di website sama dengan yang tampil di TikTok atau Instagram, dan apakah ada strategi konten jangka panjang atau cuma posting sesekali. Ekosistem digital yang berkelanjutan dibangun dari fondasi yang terhubung, bukan dari jumlah platform yang dipakai.

