Apa yang Terjadi
Pada 29 Oktober 2026, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar berbicara di JCI X Smesco UMKM Business Summit 2026 di Jakarta. Ia menyebut pembeda UMKM dan ekonomi kreatif hanya satu: IP atau kekayaan intelektual. Ia ingin setiap UMKM memiliki nama merek dan memperingatkan bahwa tanpa perlindungan IP, pelaku usaha berisiko kehilangan merek yang dibangun dengan susah payah.
Irene juga mengatakan ponsel membuka akses ke konsumen dalam dan luar negeri: pasarnya "bukan hanya 280 juta orang, tapi 8 miliar orang". Menurutnya tantangan sebenarnya adalah kemauan mencari pembeli dan memahami kebutuhan pelanggan. Ia mendorong produsen memasarkan produk lewat cerita dan maknanya, dengan contoh motif batik.
Tiga Hal yang Bisa Disiapkan UMKM
- Tetapkan satu nama merek yang konsisten. Gunakan nama yang sama di kemasan, media sosial, marketplace, dan website. Ini analisis kami: konsistensi memudahkan pembeli menemukan Anda, dan memudahkan Anda membuktikan bahwa merek itu milik Anda.
- Catat dan lindungi merek Anda. Pemerintah menekankan perlindungan IP. Cari tahu proses pendaftaran merek resmi, dan simpan bukti awal seperti desain logo, tanggal pertama dipakai, dan foto produk.
- Ceritakan makna produk Anda secara online. Irene mencontohkan cerita di balik motif batik. Tulis asal-usul, bahan, dan makna produk di satu halaman website agar calon pembeli di mana pun bisa memahaminya.
Merek adalah aset yang bisa hilang jika tidak dilindungi. Nama yang konsisten, bukti kepemilikan, dan cerita produk yang jelas di website membuat usaha Anda siap dilirik pasar yang lebih luas.
Langkah Minggu Ini
Putuskan satu nama merek final, kumpulkan file logo dan foto produk, lalu tulis satu paragraf cerita produk Anda. Itu fondasi untuk pendaftaran merek dan halaman website.

